kesalahanku mengartikanmu

Sebenarnya aku terluka menuliskan ini
Aku berderai ketika membaca ulang ini
Tapi aku sadar, bahkan aku hanyalah manusia
Aku tidak ingin, kamu merasakan apa yang aku rasakan
Aku tidak ingin, melihat hatimu terkoyak sepertiku
Bahkan aku tidak ingin, melihatmu berderai setiap kali bersimbuh setiap malam
Ketika mengangkat bebanku
Apa yang bisa aku lakukan
Setiap malam kau tau
Aku hanya bisa menangis, hanya bersimpuh dengan aliran air dipipiku
Apalagi yang harus aku lakukan untuk terlihat lebih baik
Apalagi yang harus aku berikan agar aku terlihat sempurna dimatamu
Tapi tak akan, aku tidak akan memberikan apapun atau memperlihatkan apapun
Kamu tau yang perlu kamu tau
Kamu mengerti apa yang perlu kamu mengerti
Sudah cukup rasanya hatiku terkoyak
Kataku masih sama
Mengapa mencintaimu sesakit ini, mengapa mencintaimu sampai sakit sana sini
Seberapa dalam kamu menghargai apa yang aku punya
Menghargai apa yang aku rasa
Sudah cukup, rasanya aku percuma
Aku masih tersenyum melihat kata ini
"Rasa yang mendalam sekalipun bisa hilang lewat proses, proses ketika diabaikan dan tidak dihargai"
Entah untuk keberapa kali aku bilang..
Bolehkan aku menyesal telah mengenalmu ?
Bolehkah aku menyesal kenapa harus ada temu diantara kita?
Apa aku boleh bertanya sekali lagi
Mengapa cinta hadir untuk melukai?
Tapi kamu tau, itu sekedar tanya
Tapi jawabannya?
Terkadang, luka diciptakan bukan untuk menyakiti tapi untuk membuatmu lebih dewasa
Ah iya, dan terkadang yang terjadi hanya...

Teori selalu lebih mudah daripada melakukannya
Tapi, disana aku menemukan kesederhanaan
Bahwa nyatanya, setiap manusia mempunyai caranya tersendiri
Cara melihat cinta, cara melihat luka
Sayangnya, aku lemah dibagian itu
Aku selalu memaksa hariku untuk membenarkan cinta
Tapi akhirnya aku salah, aku salah mengartikan betapa bahagianya mencintaimu.

You May Also Like

2 komentar

Pages