Kisah yang Bergantung

Diseperempat malam di suatu hari di bulan agustus, aku tiba-tiba berpikir siapa lelaki yang akan menjadi jodohku ? siapa lelaki yang akan menjadi imamku ? semoga, bukan lelaki sepertimu. lelaki yang aku benci, maaf tapi terimakasih.
Sebenarnya seperti apa lelaki yang aku cari ?
kaya ? tak perlu, aku lebih bahagia hidup sederhana. Pintar ? Tak perlu, bisa-bisa dia membodohiku nantinya. Cakep ? tak butuh, bagaimana kalau dia tua nanti? bisa-bisa aku lupa pernah jatuh cinta padanya. Terkenal ? ini apalagi, aku pikir aku lebih nyaman dengan orang yang biasa saja. biasa tapi bisa membuatku luar biasa. Tak perlu berpura-pura bahagia didepan banyak orang, tak perlu semuanya harus ditunjukan, semuanya harus tau? tak perlu, aku tak butuh.
Lalu? seperti apa yang aku cari ? maaf, aku tau aku mungkin bukan wanita seperti apa yang kamu inginkan, tapi apakah salah ketika aku coba menguraikan ?
Mungkin, aku hanya butuh lelaki yang bisa membuatku ada disaat aku tak ada. Yang bisa membuatku istimewa bahkan ketika dia tau kekuranganku yang begitu banyak. Yang tetap disampingku meskipun banyak bidadari yang menggodanya. Tak seperti aku yang diibaratkan upik abu, iya, tak seperti aku.
Lalu ? apa salah jika aku mengatakan dengan kalimat mungkin ? kenapa harus salah ? entahlah.
Tapi apa kamu tau ? Lelaki yang sangat diinginkan wanita adalah, dia yang tau bagaimana menjadi lelaki seutuhnya. Bukan dengan utuh, tapi secara utuh.
Kamu tau kenapa ini menjadi kisah yang bergantung? karena ini belum selesai.

You May Also Like

0 komentar

Pages