Sampai Jumpa di Kisahku yang Selanjutnya

Aku sadar aku terlalu egois, yah sangat egois mungkin.
Aku selalu mengingat-ingat bahwa kisah kita hanya penuh dengan luka, dan tangis. Dan kamu adalah penyebab dari itu semua.
Maaf, aku tau aku tak pernah benar dimatamu.
Aku tidak pernah lupa, apalagi melupakan. Sama sekali tidak.
Tawaku, candamu dan kisah kita adalah sebagaian dari scenario yang kita buat. Tapi seutuhnya, kamu adalah pemeran utama, sedangkan aku hanyalah bulir-bulir  cerita yang mengikutimu.
Jangan begitu marah padaku, meskipun aku tau akulah yang salah dalam situasi ini.
Aku selalu ingin mengenangmu dalam kesedihan yang sejatinya kamu tak pernah separah itu. Aku masih mengingat betul canda-candamu yang membuatku tertawa. Bahkan, dalam hal yang tak lucu sekalipun kamu sudah membuat senyumku ada disetiap harinya.
Tak usah khawatir, kamu akan tetap menjadi kamu, meskipun kamu selalu aku ceritakan dalam setiap tulisan yang aku buat. Entah sampai kapan lagi tulisan ini akan bercerita tentangmu. Namamu, kisahmu, bahkan kesakitan yang membuatmu selalu hadir dalam setiap bait-bait yang aku tulis.
Mungkin, Mulai sekarang aku harus belajar bahwa kisah kita sudah selesai. Semenjak ada sesosok perempuan manis yang selalu menemanimu menikmati seisi dunia ini. Tak seperti aku, yang bahkan berdiri disampingmu saja tak bisa.
Aku perlahan-lahan mati, apa kau tau? Maafkan aku yang terlalu berlebihan maafkan, aku yang masih saja mempermasalahkan apa yang sudah kamu jelaskan berulang kali padaku. Bahkan, sampai kamu malas mengulanginya karena akupun sudah menghafalnya.
Aku tau, kamu selalu mencoba mengerti apa yang egoisku ingin, selalu mengalah apabila aku menginginkan ini itu. Kamu yang sudah sedemikian sabar menghadapi tingkah kecilku yang menyebalkan.
Teriamaksih, tapi aku sekarang sadar, aku tak bisa memaksakan kamu harus bersamaku. Memaksakan bulan dan matahari bersatu, itu terlalu sulit dan mustahil.
Sampai jumpa dikisahku yang selanjutnya, didunia yang berbeda. Satu lagi, jangan pernah lupa sempat ada yang mencintaimu sedalam ini dan tidak ada yang bisa kecuali aku. Jangan lupa pula, selalu aku titipkan syair-syair cintaku padamu setiap aku selesai salam. Namamu, masih dan akan selalu.

You May Also Like

0 komentar

Pages