Dua Waktu teruntuk Dua Jiwa

Perjumpaan tidak pernah kita pikirkan sedemikian cepat
Pengabulan doa atas waktu tidak pernah terlintas sebegitu mudah dipikirku
Tapi senjalah yang menjadi bukti bahwa ada dua manusia yang tak bisa apa-apa melawan waktu yang menakdirkan
Senja itu sedemikian indah kala itu, entah karena memang indah atau karena hatiku yang sedang berbunga-bunga
Aku memburumu sampai langit benar-benar gelap
Dan untuk kali ini, aku tidak sendirian
Itulah yang membuat aku tak bergeming mengiringmu sampai peraduan
Disebelahku terduduk pula seseorang yang mengiringmu dalam diam
Kami mengagumimu, teruntuk waktu yang lama
Malam datang sebegitu kilat, sampai tak tersadar waktu sudah hampir tengah malam
Senja sudah hilang, tinggalah malam menjadi saksi
Lampu jalanan yang mengiringi ku diam begitu saja
Tak nampak mereka mengingatkanku untuk segera pulang
Nampaknya mereka mengerti, dua jiwa ini tengah berbahagia merayakan kebersamaan
Kala itu jalanan kota begitu lengang
Entah teruntuk aku saja atau memang karena sudah malam
Sepersekian waktu aku tertidur bertemakan bintang
Bukan lagi pengingat waktu yang membangunkanku
Terkhusus pagi ini, telefonku menampilkan nama seseorang yang terakhir kali aku temui tadi malam
Seperti tanah kerontang yang menerima hujan
Iya teramat bersyukur dan berbahagia
Tak juga daun, ia diam-diam mengamini doaku sewaktu malam
Semoga hari ini waktu berjalan sedemikian lambat
Masih dalam gelap dan ciri khas dingin angin dipagi buta
Aku bermimpi berlari dengan tangan bertautan menembus gelap dan dingin
Entah lanjutannya seperti apa, seingatku aku berhenti disebuah tempat yang sebegitu indah
Terduduk diam mengagumi ciptaan Tuhan yang belum pernah aku temui sebelumnya
Diufuk timur aku melihat sebuah bulatan dengan cahaya yang semakin membesar
Mataku silau, tapi dinginku mulai luruh
Ternyata, badanku telah habis ditelan peluk seseorang
Wajahku menengadah, terdapat senyuman manis disana
Aku mengerti, ini bukan lagi mimpi
Dua waktu yang telah aku ceritakan ialah saksi yang menyatukan kita
Teruntuk kau dan aku
Dua jiwa pencinta dua waktu.

You May Also Like

0 komentar

Pages