Kita yang (tak pernah) baik-baik saja

Katamu, segalanya takkan pernah berubah. Ucapmu, takkan pernah ada yang bisa mengubah
Seharusnya kita sadari dari awal, bahwa segalanya memang tak pernah baik baik saja
Kamu dengan rasamu yang tak pernah aku mengerti, ku dengan harapku yang tak pernah kau pahami Juga tentang seseorang lain yang ternyata ada diantara

Segalanya ada, sayangnya kita yang mencoba buta
Luka sudah terlanjur hadir dalam kita
Masa sudah terlanjur terjadi menjadi sia sia
Kau dan aku menjadi kita yang percuma

Sejatinya, aku malas menuliskan kita yang tak pernah ada
Mungkin saja, kita hanya ditakdirkan menjadi sementara
Seharusnya aku tidak pernah menyesali kita
Sebab cerita yang hadir pernah mengisi tawa dalam hari, pernah membuat senyum ketika sendiri

Jarak suatu waktu pernah menjadi penguat yang handal
Tentu saja, kita bisa menjadi perindu yang tabah
Dari awal seharusnya aku benar benar siap merasakan jatuh
Tapi kaupun tau ceritanya, aku tak pernah menginginkan kita yang berakhir

Harapanku terlalu tinggi dalam kita, sampai aku lupa bahwa aku bisa terluka, bahwa kau bisa saja melukai
Lelaki senja yang ternyata bukan milikku
Lelaki senja yang dulu pernah melawan jarak hanya demi temu
Lelaki senja yang menjadi penyembuh dalam luka sebelumnya dan menjadi peluka dalam cerita selanjutnya.

You May Also Like

0 komentar

Pages