Ternyata

Ternyata kenangan tak pernah sekejam itu
Mendewasakan melalui luka
Seperti hujan menunggui terang
Menghadirkan tangis sebelum tawa

Ternyata kenangan tak pernah sekejam itu
Membiarkan larut kedalam asa
Membiarkan mendung tak berkesudahan
Mentari tak pernah menyengat bila kita memahaminya

Ternyata kenangan tak pernah sekejam itu
Waktu menjadikan panas lalu dingin
Musim menjadikan penghujan lalu kemarau
Keikhlasan menghadirkan tangis lalu tawa

Ternyata kenangan tak pernah sekejam itu
Mengikhlaskan memang bukan perihal mudah
Tersenyum dalam luka juga bukan perkara gampang
Tapi kita tau siapa pelakunya
Aku, perempuan tak sempurna yang mencoba melawan mendung dalam terik
Bahagiamu, kekuatanku mencari bahagiaku sendiri

You May Also Like

0 komentar

Pages