Aksara Pertama

Kurapelkan doa sehabis hujan tengah malam. Menjadikannya merekah dalam ribuan bintang dilangit malam. Menjadikanku sulit tertidur akhir akhir ini. Maafkan aku yang sering kali melukaimu, A. Atas segala luka juga dusta. Menjadikannya kita yang sebenarnya tiada.
Kepada lelaki di urutan pertama dalam deret aksara. Sudah kesekian kali aku hanya bisa berdiam, melamunkan bagaimana sebenarnya cerita ini akan berakhir. Entah harus sepahit apa cerita ini akan kehilangan. Cerita kita, atau ceritaku, atau bahkan ceritamu yang sering aku dengar ulang menjadikanku semakin mematung. Apakah segalanya akan setegar saat kita menunggu fajar. Akankah segalanya akan mengalun lembut seperti kehilangan warna keemasan pada langit sore, meski berakhir gelap.
Kepada lelaki di urutan pertama dalam deret aksara. Teruntuk bahagia yang pernah tercipta, juga dengan segalamu yang bersusah payah membuatku tertawa. Maafkan aku, sayang. Maafkan aku yang tak bisa mengatur rasaku padamu. Salahkan aku yang sulit sekali menjadikanmu tujuanku, dengan aku yang berusaha keras untuk menjadikannya ada. Aku sama sekali tidak bisa. Tidak bisa... Mencintaimu, meski aku paksa.
Meski cerita terus ada, meski kenangan manis seringkali tercipta. Aku lupa... Rasaku sering sekali membuat lupa. Maafkan aku sayang, maafkan aku yang tak bisa. Tak bisa... Mencintaimu, meski aku berusaha.
Kepada lelaki di urutan pertama dalam deret aksara. Maafkan aku yang tak bisa. Tak bisa... Mencintaimu, meski berulangkali kupaksa dalam usaha.

You May Also Like

0 komentar

Pages