Sisa Sisa Hujan










    



Biar kan saja mendung menutupi pagi
Kabut - kabut berlarian ke sana kemari
Membekukan harap yang sudah kadaluarsa
Menggenangi dinding-dinding kenang yang nestapa

Ternyata ketika hujan, yang jatuh bukan hanya air
Tapi juga tentang mimpi mimpi
Pada hari di mana hujan membasahi tangan kita
Pernah ada yang berucap, bahwa kita akan selamanya

Peristiwa terus saja memutar di kepala, di setiap detik demi detik dan dari setiap tempat demi tempat , hujan seakan ikut membuatnya semakin deras, menghujami aku yang sedang mencoba berteduh pada kenangan, yang kian lama kian semu dan tak lagi menjadi jelas. Beberapa menyisakan genangan. Pedih, luka, patah, dan tangisan membaur menguap. Kasihanilah hujan yang sering kali kusalahkan sebab membuatku mengingat. Pada masa-masa yang seharusnya kulupakan. Tentang pertemuan kita, tentang cerita-cerita, juga bahagia.

You May Also Like

0 komentar

Pages