Sebagaimanapun Akhir

Aku tidak ingin menjadi masa lalu yang kau sesali
Aku juga tidak ingin menjadi pengingatmu pada luka
Dan aku sama sekali tidak ingin menjadi alasan ketakutanmu bahagia
Pernah ku dengar, jatuh cinta ialah hal yang sia sia juga melelahkan
Tapi nyatanya, ialah salah satu alasan banyak seseorang bertambah kuat
Tak terkecuali kuat melewati tawa dan tangis
Cinta bukan lagi soal kepemilikan
Aku cinta padamu, dan kaupun sebaliknya
Sesederhana sudah kucukupkan untuk kita yang berjanji takkan saling menyakiti
Teruntuk kita yang berjanji untuk saling menjaga
Kau hafal betul bagaimana aku menyebalkan
Dan akupun hafal betul bagaimana acuhmu dalam menyayangi
Itu bukan lagi perihal yang membingungkan teruntuk kita
Kataku, aku ingin belajar menerimamu tanpa mengubah
Meski pasti aku ingin menjadikanmu lebih baik
Tak ada yang salah teruntuk hal barusan
Apalagi kau, laki laki yang tak pernah menuntutku menjadi seperti apa
Kuharap, ini akan terus ada sampai akhir
Biarkan aku mencintaimu sebagaimanapun kamu
Biarkan aku mengaltaualam ceritamu sebagaimanapun hidupmu
Yakinku penuh memilih kamu teruntuk ini
Terlalu banyak yang lebih baik dan membahagiakan
Tapi sayangnya, aku tak yakin bisa sebahagia ini
Semoga tak ada lagi luka yang tercipta teruntuk ini
Bersamamu sudah sebegitu menyenangkan
Aku sering menjadikanmu rumah, sebab padamu lebih baik dari sekedar nyaman
Bahkan tanpa diingatkan pulang, aku sudah berulang kali kembali hanya untuk temu
Aku tau, Tuhan mendatangkanmu bukan tanpa karena
Aku mengharapkanmu bukan lagi sekedar tempat berteduh
Sudah ku janjikan kamu ku jadikan tujuan
Kita memiliki harapan yang sama teruntuk akhir cerita
Tapi kita sama sekali tidak bisa menjamin tentang jodoh
Yang aku tau, yang kita tau, seperti ini sudah cukup menyamankan
Walau sebenarnya, masih terdapat sedikit cemas mengingat bagaimana akhir nantinya
Akankan rasa yang tanpa asa ini tidak akan habis oleh masa
Akankah rasa yang subur ini takkan kalah oleh takdir
Bisakah rasa bahagia ini akan tetap ada meskipun hati sudah terporak poranda
Aku belajar mencintaimu bukan lagi berisi karena
Aku mencintaimu berlandaskan meskipun
Kita tau, berakhir adalah takdir
Kita tau, kehilangan adalah pasti
Aku tidak ingin menjadi seperti yang sudah lalu
Menangisi apa yang sudah pergi
Menangisi betapa bodoh aku yang menyinyiakan
Merengkuh lutut menyesali bagaimana buruknya aku menjaga
Mengusap mata apabila teringat bagaimana aku banyak kehilangan atas cinta yang benar-benar tulus
Melamun bagaimana hidupku akan tetap berjalan semenjak ditinggalmu
Mengigau bagaimana cara mengambil kembali sesuatu yang sudah menjauh
Aku harus ingat, penyesalan adalah pasti
Aku harus sadar, tidak akan pernah ada seseorang seperti
Sorot mata bahkan peluk takkan memiliki gandanya
Pun sudah teringat lekat di ingatan
Rasa ini bukan hanya milik seorang, rasa ini bisa datang lalu pergi
Rasa ini bisa lelah lalu hilang
Aku tidak berwenang mengatur hatiku hatimu apalagi hati kita
Perpisahan bukan urusan kita
Masalah akhirnya bersama atau tidak itu sudah tidak penting
Sebab yang aku tahu akhir-akhir ini
Aku tidak ingin kehilangan teruntuk kedua kalinya

You May Also Like

0 komentar

Pages