Pos Cinta TRIBU7E: Dari yang Pernah Melewatkanmu

Kepada, Inisial R

Selamat sore, R. Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja? Jika ku lihat, sepertinya tak ada yang berubah. Tapi ada yang berbeda. Kau tau apa? Caramu membalas sapaanku. Maaf, mungkin aku sangat terlambat. Maaf, aku baru berani mengatakannya sejak kejadian itu. Maafkan aku, R. Perihal luka dan mimpi buruk yang sudah kulakukan bahkan untuk kedua-duanya. Pertama, aku sungguh belum siap waktu itu. Kedua, aku sungguh masih tidak mengerti bagaimana menjelaskannya padamu, tapi memang begitulah kenyataannya. Andai bisa bercerita. Aku masih berangan-angan bisa menemuimu, bercerita denganmu. Kau sangat pendiam, itulah yang kutau. Tapi setelah bertemu denganmu, aku yang cerewet ini justru berubah menjadi pendiam dan kau sebaliknya. Aku menikmati setiap cerita, juga tawa yang kau ciptakan dengan susah payah. Aku menikmatinya, R.
Ada perihal yang ingin ku katakan padamu, yang sejak dulu tapi selalu tercekik di langit-langit keraguanku. Baiklah akan kukatan: Aku menyayangimu, R. Meski tak pernah ku ceriakan sebelumnya. Tapi mungkin, hanya dengan cara inilah aku bisa sedikit mengurangi luka yang sudah ku buat di hati kecilmu yang manis itu.
Aku menuliskan surat ini, agar lebur keinginanku mengatakannya padamu. Sebab akhir-akhir ini aku harus tahu diri, kesalahanku melewatkanmu adalah sesuatu yang tidak mudah untuk kau terima.
Maafkan aku, R. Maafkan aku yang telah melewatkanmu dari kedua waktu yang pernah kau ciptakan.
Semoga kau selalu bahagia. Semoga doa-doaku sampai, meski suratku tidak akan pernah. Berbahagialah, R.

Tertanda, Orang yang pernah begitu menyesal pernah melewatkanmu

You May Also Like

0 komentar

Pages